You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pedagang Parcel Cikini Diminta Berjualan Di Jalan Penataran Ujung
photo Doc - Beritajakarta.id

Pedagang Parsel Cikini Direlokasi Ke Jl Penataran Ujung

Pedagang parsel yang biasanya berdagang di Jl Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Stasiun Cikini akan direlokasi ke Jl Penataran Ujung jelang Idul Fitri nanti.

Kita sebagai unit pelaksana berharap jajaran dishubtrans dan Satpol PP tingkat kota bisa disiagakan di lokasi, dengan begitu trotoar dan jalan tersebut lebih kondusif

Lurah Pegangsaan, Asep Mulyaman mengatakan, hal ini juga dilakukan untuk mencegah kesemrawutan lalu lintas. Selain itu, banyak pedagang yang membuka lapaknya di atas trotoar.

“Saat ini sudah kita pasang spanduk sosialisasi, apalagi mayoritas pedagang di sana adalah warga RW 01 pegangsaan yang sudah berdagang tahunan, makanya kita pindahkan ke Jalan Penataran Ujung yang lokasinya cukup luas dan bukan jalur padat kendaraan,” ujarnya, Jumat (12/6).

Pedagang Parcel Bikin Semrawut Kawasan Cikini

Nantinya, tambah Asep, jika pedagang membandel pihaknya akan melakukan koordinasi dengan satpol PP dan Sudinhubtrans Jakarta Pusat untuk melakukan penindakan.

“Kita sebagai unit pelaksana berharap jajaran Sudinhubtrans dan Satpol PP tingkat kota bisa disiagakan di lokasi, dengan begitu trotoar dan jalan tersebut lebih kondusif,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6742 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5662 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2829 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2109 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1874 personAnita Karyati