You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Balai Besar POM Gelar Pengawasan Produk Pangan Olahan di PIK
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Balai Besar POM Gelar Pengawasan Produk Pangan Olahan di PIK

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di DKI Jakarta menggelar pengawasan produk pangan olahan di salah satu pasar swalayan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (27/12).

pelaku usaha dan masyarakat sudah semakin sadar

Pengawasan merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan produk panganan olahan menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Kepala Balai Besar POM di DKI Jakarta, Susan Gracia Arpan mengatakan, kegiatan pengawasan melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Hasilnya, sebanyak tujuh item produk olahan pangan kedapatan tidak memenuhi ketentuan.

Wakil Wali Kota Jaktim Pimpin Pengawasan Produk Pangan

"Ada yang tidak mencantumkan nutrisi, nomor izin edar dan satu produk rusak. Lalu ada satu item kerupuk yang positif mengandung boraks," ujarnya.

Terhadap pemilik atau pengelola, Susan mengaku telah memberikan teguran lisan dan menarik produk tersebut dari etalase.

Dilanjutkan Susan, upaya intensifikasi pengawasan sudah dilaksanakan sejak 1 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023 mendatang. Pengawasan menyasar usaha retail, e-comerce, swalayan, pusat perbelanjaan dan pasar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Pada intensifikasi pengawasan natal dan tahun baru kali ini, Susan mencatat terjadi penurunan kasus produk pangan olahan tidak memenuhi ketentuan. Pada 2021, temuan produk pangan olahan tidak memenuhi persyaratan seperti rusak, kedaluwarsa, tidak memiliki izin dan terpapar zat berbahaya mencapai 4.500 item dan tahun ini hanya 1.900 item.

"Tandanya pelaku usaha dan masyarakat sudah semakin sadar tentang produk pangan olahan memenuhi aturan," tegasnya.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Utara, Lysbeth Regina Pandjaitan menambahkan, sebagian produk pangan olahan merupakan hasil dari industri rumahan. Pihaknya berharap dengan kemudahan perizinan industri rumahan (PIRT), industri rumahan tetap menjaga keamanan pangan yang diproduksi.

"Kita akan melakukan pengawasan berkala. Masyarakat juga sudah pandai memilih mana produk yang sudah sesuai ketentuan dan yang berbahaya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Trotoar Sepanjang Jalan Fachrudin Ditata Petugas Gabungan

    access_time09-09-2026 remove_red_eye1312 personFolmer
  2. Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

    access_time10-09-2026 remove_red_eye1219 personFakhrizal Fakhri
  3. Komisi B Kawal Target Laba Bank Jakarta

    access_time09-09-2026 remove_red_eye994 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelajar di Jakarta Diusulkan Dapat Kartu Layanan Gratis Transum

    access_time09-09-2026 remove_red_eye974 personFakhrizal Fakhri
  5. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye944 personBudhi Firmansyah Surapati