You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ahok Juga Akan Batasi Penggunaan Non Tunai KJP
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Ahok akan Batasi Pemakaian KJP Non Tunai

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran dengan tindakan sejumlah warga yang terus menyalahgunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Padahal penggunaannya telah dibatasi dengan sistem non tunai.

Antisipasinya kita nggak kasih cash. Nggak bisa belanja lagi, kita juga membatasi EDC (electronic data capture) juga

Ahok mengatakan, ke depan penggunaan KJP non tunai pun akan dibatasi hanya bisa digunakan di toko-toko tertentu saja.

"Antisipasinya kita nggak kasih cash. Nggak bisa belanja lagi, kita juga membatasi EDC (electronic data capture) juga. Kita akan ke toko-toko yang nggak bisa main seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko yang bagus, toko yang sudah jelas. Jadi nggak bisa macam-macam," kata Ahok di Balaikota, Selasa (4/8).

Penyeleweng KJP akan Dipublikasikan ke Media

Ahok menjelaskan, dengan menggunakan transaksi non tunai, maka bisa dilacak penggunaannya. Dengan demikian bisa meminimalisir penyalahgunaan KJP.

"Sudah saya bilang tidak boleh ditarik kontan. Penyalahgunaannnya terlalu besar dan dengan traksaksi seperti ini kita bisa melacak. Saya tidak mau semuanya terbuka kepada mereka," ujar Ahok.

Semula dana KJP hanya bisa digunakan dalam pameran Jakarta Book & Education Fair 2015 di Senayan. Namun lantaran panitia justru menaikan harga hingga 25 persen, Ahok pun memperbolehkan transaksi di semua toko. Sayangnya kebijakan tersebut disalahgunakan oleh segelintir orang untuk pembelian diluar keperluan sekolah.

"Dulu itu hanya melalui IKAPI, tapi mereka naikin harga. Kita punya bukti naikin harga hingga 25 persen. Karena itu kita suruh buka, diarahkan ke toko-toko buku yang kecil yang besar tutup. Mereka yang pintar isi di SPBU, dia tarik cash kita selidikin semua datanya. Ini si orangtua anak, atau sekolahnya," terang Ahok.

Ahok mengaku mendapat laporan penggunaan dana KJP diluar keperluan sekolah ini dari Bank DKI dan Dinas Pendidikan. Dari laporan itu, terlihat adanya penggunaan dana KJP untuk karaoke, toko mas, serta SPBU.

"Itu beli maksimum dia belikan di SPBU. Tapi dia mainnya salah, dia tidak sadar, buat KJP kan ada alamatnya, kita cek, siapa yang pihak lain kita pidanakan. Ini bukan kejahahatan KJP, ini kan karena ATM-nya digunakan orang lain. Ini kejahatan perbankan, "jebakan batman" kita sudah masuk ini," papar Ahok.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3329 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2218 personFakhrizal Fakhri
  3. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye939 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye854 personDessy Suciati
  5. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye840 personAldi Geri Lumban Tobing