You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Awasi Pangan & Obat Berbahaya, BPOM Gandeng DKI
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Awasi Pangan & Obat Berbahaya, BPOM Gandeng DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Kominfomas) tengah merancang aplikasi android Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI agar masyarakat bisa mengetahui, apakah makanan atau minuman yang dikonsumsinya aman dari zat berbahaya.

Misalnya ke Jalan Kebon Sirih mau makan nasi goreng kambing, tinggal akses aplikasi BPOM

"Misalnya ke Jalan Kebon Sirih mau makan nasi goreng kambing, tinggal akses aplikasi BPOM. Nanti bisa diketahui hasil ujinya aman atau tidak," kata Ahok usai menyaksikan penandatanganan kerjasama pengawasan pangan dan olahan terpadu antara Pemprov DKI dengan BPOM RI di Balaikota, Jumat (7/8).

Pakai Formalin, Pedagang akan Dipidanakan

Ahok mengungkapkan, produk makanan atau minuman yang terbukti mengandung zat berbahaya dari aplikasi BPOM tersebut, bisa dilaporkan konsumen kepada Pemprov DKI. Nantinya tempat usaha pedagang yang menjual produk makanan atau minuman berbahaya bakal ditutup dan pedagangnya tidak diperbolehkan berjualan kembali.

Dikatakan Ahok, pihaknya juga akan mendaftarkan sampel makanan atau minuman pedagang yang telah diuji tes ke BPOM melalui bantuan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di masing-masing kelurahan. Tak hanya itu pedagang nantinya juga bakal didorong menggunakan tanda pengenal yang didalamnya dicantumkan kode BPOM.

"Kalau sudah berlaku seperti itu,  pedagang yang sudah daftar ke BPOM pasti akan lebih laku. Jika sudah jelas dan terdaftar melalui aplikasi BPOM pasti banyak yang pilih," jelas Ahok.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6090 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2516 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2171 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1763 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1707 personNurito