You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ahok Namai Jerapah Asal Australia, Dirgah & Ayuri 70
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Ahok Namai Jerapah Asal Australia, Dirgah & Ayuri 70

Koleksi hewan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, bertambah. ‎Sepasang jerapah dari Tarongan Zoo Sydney, Australia melengkapi koleksi kebun binatang yang berdiri sejak 1864 itu.

Kami sepakat dengan Pak Dirut (Direktur Utama PT Indosat), yang lakinya Dirgah

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menamai sepasang jerapah itu, Dirgah dan Ayuri 70.  Nama itu diberikan Ahok bersama Presiden Direktur dan CEO PT Indosat, Alexander Rusli.

"Kami sepakat dengan Pak Dirut (Direktur Utama PT Indosat), yang lakinya Dirgah. Dirga pake H, kalau enggak pakai H banyak yang tersinggung sama kami," kata Ahok di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Selasa (18/8).

TMR Informasikan Ragunan Lewat Aplikasi Android

Untuk jerapah berkelamin perempuan diberi nama Ayuri 70. Menurut Ahok‎, nama kedua jerapah itu diambil dari Dirgahayu. Pasalnya, Indonesia baru saja merayakan Dirgahayu ke-70.

Menurut Ahok, kedatangan sepasang jerapah berusia 10 bulan ini atas kerjasama Sister Province Coorporation antara Pemprov DKI dengan New South Wales. Salah satu implementasinya melalui kerjasama breeding loan satwa antara Taman Margasatwa Ragunan dengan Taronga Zoo, Sidney, Australia.

"Saya berharap jerapah ini menjadi salah satu satwa yang diminati pengunjung," ujar Ahok.

 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1168 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1147 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye911 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye908 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye834 personBudhi Firmansyah Surapati