You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudinkes Jakarta Utara Periksa Takjil di RW 02 Papanggo
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Suku Dinas Kesehatan Jakut Periksa Takjil di Jalan Papanggo I

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok melakukan pengecekan takjil di Jalan Papanggo I, RW 02, Kelurahan Papanggo.

"Aman dikonsumsi"

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Ika Dewi Subandiyah mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Ramadan untuk memastikan takjil aman konsumsi.

"Kami ingin memastikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa aman dikonsumsi dan bebas dari bahan zat kimia atau bahan berbahaya," ujarnya, Senin (11/3).

Pengawasan Takjil di Jakpus Dimulai Pekan Kedua Ramadan

Ika menjelaskan, pengecekan dilakukan dengan memeriksa 50 sampel makanan dan minuman yang dijual oleh 10 pedagang.

"Kita periksa kualitas bahan dan kandungannya untuk memastikan tidak mengandung Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow," terangnya.

Menurutnya, dari hasil uji puluhan sampel tersebut, terdapat satu makanan yang diduga mengandung Formalin. Pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Daerah (Kesda) DKI Jakarta.

"Pedagang takjil diduga kuat mengandung langsung diberikan edukasi. Kami akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan makanan dan minuman takjil di Jakarta Utara," bebernya.

Lurah Papanggo, Harry Firmansyah mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi pemeriksaan takjil tersebut.

Selain memberi rasa aman bagi konsumen atau pembeli, kegiatan ini juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, agar lebih cerdas menghindari makanan atau minuman tidak layak konsumsi.

"'Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat maupun pedagang dapat lebih paham dan peduli terhadap memilih produk," harapnya.

Sementara itu, salah sekarang penjual es cendol, Imron (62) menuturkan, dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan tentang zat dan bahan berbahaya pada makanan maupun minuman.

"Alhamdulillah, es cendol saya aman karena saya sendiri yang membuatnya, tanpa bahan pengawet maupun pewarna berbahaya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye8593 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye2512 personAnita Karyati
  3. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1424 personDessy Suciati
  4. Daftar Kantong Parkir Telkomsel Digiland Run 2026, Cek Lokasinya!

    access_time14-05-2026 remove_red_eye1261 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

    access_time12-05-2026 remove_red_eye1182 personDessy Suciati