You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ini Teori Ahok Pimpin Jakarta
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Ahok: Pimpin Jakarta Diperlukan Otot Kuat

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebutkan, teori untuk memimpin ibu kota cukup mudah. Setidaknya ada tiga teori yang digunakannya selama memimpin ibu kota yakni pecat, pecat, dan pecat.

Nggak perlu otak, yang penting otot. Otot jantung, otot saraf, otot kaki, otot tangan. Modal otot saja

"Di Jakarta ini teorinya gampang sekali, ada tiga yakni nomor satu pecat, nomor dua pecat, nomor tiga pecat. Cuma tiga saja, nggak ada yang lain," kata Ahok di Balaikota, Kamis (20/8).

Selain itu, menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, dalam memimpin Jakarta juga tidak diperlukan otak. Melainkan hanya perlu otot yang kuat saja. "Nggak perlu otak, yang penting otot. Otot jantung, otot saraf, otot kaki, otot tangan. Modal otot saja. Yang penting kita nggak terima suap, ikuti aturan, kita mempermudah," ucapnya.

Ketahuan Pungli, Pegawai PTSP Langsung Dipecat

Seperti diketahui, Ahok terus melakukan rotasi jabatan. Bahkan jika ada pejabat yang tidak maksimal dalam melayani masyarakat mereka langsung distafkan atau demosi. Namun ia memberikan kesempatan kepada staf yang memiliki kemampuan untuk bisa menjadi pejabat atau naik jabatan.

Kesempatan tersebut diberikan Ahok melalui seleksi dan promosi jabatan terbuka atau lebih dikenal dengan lelang jabatan. Beberapa pejabat yang didemosi kemudian ditempatkan di Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12436 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1377 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1366 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1316 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1024 personBudhi Firmansyah Surapati