You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pulau Tidung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba
photo Suparni - Beritajakarta.id

Pulau Tidung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kelurahan Pulau Tidung bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI menggelar sosialisasi anti narkoba. Ini sebagai upaya pencegahan konsumsi narkoba dimasyarakat sekitar.

Efek negatif narkoba, dari tindakan kriminal sampai nanti bisa kepada perilaku seks bebas

"Narkoba saat ini menjadi momok perusak bangsa. Untuk itu kita perlu melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan menginformasikan bahaya narkoba," ujar Masud Hamid, Lurah Pulau Tidung, Rabu (26/8).

Menurut Masud, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan terhadap serangan bandar ataupun pengedar narkoba. Sebab efek negatif yang ditimbulkan jika mengkonsumsinya bisa sangat bahaya. "Kalau sudah kecanduan sangat bahaya. Efek negatif narkoba, dari tindakan kriminal sampai nanti bisa kepada perilaku seks bebas," tuturnya.

BNN Gelar Penyuluhan di Pulau Untung Jawa

Menurut Masud, memang narkoba tidak pandang umur. "Tapi sosialisasi semacam ini perlu dilakukan secara terus menerus agar generasi muda paham mengenai bahaya dan menghindari narkoba,” ucapnya.

Sebanyak 60 warga dari berbagai usia ikut dalam kegiatan penyuluhan tersebut. "Kita harapkan dengan adanya lintas generasi yang ikut, bisa lebih banyak tersampaikan pesan dari acara ini," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6944 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5692 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3780 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1911 personAnita Karyati