You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengawasan Pangan di Enam Pasar Tradisional di Jaktim
photo Nurito - Beritajakarta.id

Enam Pasar Tradisional di Jaktim Dilakukan Pengawasan Pangan

Puluhan personel gabungan melakukan pengawasan pangan di enam pasar tradisional di Jakarta Timur. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kandungan bahan atau zat kimia berbahaya.

"Menumbuhkan kepercayaan konsumen atau pembeli"

Kegiatan pengawasan pangan di Pasar Rawamangun dipimpin oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto didampingi Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Taufik Yulianto, Wakil Camat Pulo Gadung, Agus Purwanto dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kusmanto mengatakan, pengawasan pangan hari ini dilakukan di Pasar Rawamangun, Kampung Ambon, Pramuka, Palmeriam, Jatinegara, dan Cawang Kaling.

BBPOM di Jakarta Jadi Instruktur Diklat SPPI

"Sampel yang diambil adalah produk pertanian dan peternakan seperti sayuran, buah-buahan, daging sapi, ayam, dan lainnya untuk dicek kandungan Residu, Formalin, Pestisida, Klorin, dan Eber," ujarnya, Selasa (23/9).

Ia menambahkan, dalam kesempatan tersebut juga sekaligus dilakukan pengecekan harga pangan.

"Harga sejumlah komoditas pangan di enam pasar itu relatif masih stabil," terangnya.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menjelaskan, dari hasil pengecekan yang dilakukan di enam pasar tradisional tersebut tidak menemukan adanya kandungan zat kimia berbahaya.

"Ada 62 sampel pertanian dan 12 sampel peternakan diambil dari enam pasar tradisional itu dan langsung dilakukan uji di dua unit mobil laboratorium yang dikerahkan," bebernya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pedagang yang telah menjaga kualitas komoditas yang dijualnya. Sehingga, keamanan pangan tetap terjamin dengan baik.

"Keamanan komoditas atau produk yang dijual ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen atau pembeli," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang fi Pasar Rawamangun, Prawoto (45) mengaku sangat senang dengan adanya pengawasan pangan tersebut karena dapat mencegah adanya oknum pedagang nakal.

"Saya sangat mendukung adanya program pengawasan pangan seperti ini.

Kalau ditemukan satu saja pedagang nakal maka yang rugi itu konsumen dan pedagang lainnya. Kita semua ikut tercemar dan sangat dirugikan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6750 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5663 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2847 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1876 personAnita Karyati