You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi KI DKI Jakarta, Ferid Nugroho
photo Doc - Beritajakarta.id

KI DKI Perpanjang Tahapan SAQ E-Monev 2025

Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta resmi memperpanjang tahapan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) pada E-Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Badan Publik 2025 hingga 3 Oktober mendatang.

"46 dari total 777 badan publik yang mengikuti E - Monev 2025 belum menuntaskan pengisian SAQ,"

Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi KI DKI Jakarta, Ferid Nugroho mengatakan,  pihaknya memberikan perpanjangan waktu agar badan publik  lebih mengoptimalkan pengisian SAQ.

485 Badan Publik Tuntaskan Pengisian SAQ E-Monev Layanan Informasi

"Sebanyak 146 dari total 777 badan publik yang mengikuti E - Monev 2025 belum menuntaskan pengisian SAQ. Untuk itu, kami memperpanjang waktu," jelasnya, seperti dikutip melalui siaran tertulis, Jumat (24/9).

E-movev, lanjut Farid, merupakan penilaian mandiri dengan instrumen enam indikator utama, yaitu: kualitas, jenis, pelayanan, sarana dan prasarana, komitmen, serta digitalisasi informasi.

"Kami berharap Badan Publik memanfaatkan tambahan waktu untuk memperbaiki kekurangan," tuturnya.

Ia menambahkan, usai tahapan pengisian SAQ akan dilanjutkan verifikasi data.

'Untuk itu, KI DKI mengimbau badan publik proaktif dan responsif berkonsultasi jika mengalami kendala teknis," tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3247 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2090 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye774 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye762 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye713 personDessy Suciati