You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kegiatan sosialisasi penyakit TBC bagi masyarakat di Jakarta Utara
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Upaya Preventif Penanganan TBC di Jakut Terus Digencarkan

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara terus menggencarkan upaya preventif pencegahan penyebaran Tuberkulosis (TBC) di enam wilayah kecamatan. Salah satunya dengan membentuk Kampung Siaga TBC yang tahun ini sudah ada 69 RW.

"Tidak ada peningkatan yang signifikan"

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Utara, Ika Dewi Subandiyah mengatakan, kasus TBC sejak Januari hingga 10 Oktober 2025 sebanyak 7.484 kasus. Sementara, pada tahun 2024 kasus TBC di Jakarta Utara berjumlah 11.323 orang.

"Tidak ada peningkatan yang signifikan, karena kami terus mengoptimalkan pencegahan TBC. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembentukan Kampung Siaga TBC, skrining, edukasi, hingga investigasi kontak untuk pencegahan dini," ujarnya, Senin (13/10).

Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 Diperingati di Kampung Susun Akuarium

Ika menjelaskan, sebelumnya telah dibentuk Kampung Siaga TBC di 33 RW wilayah Jakarta Utara. Namun, tahun ini kembali dibentuk sebanyak 36 RW, sehingga totalnya ada 69 RW kampung siaga TBC.

"Program ini dibentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam mencegah TBC. Sebab, upaya pencegahan ini bukan hanya dari pemerintah, tetapi seluruh unsur masyarakat ikut bergerak melakukan pencegahan," terangnya.

Menurutnya, dalam upaya pencegahan, pihaknya juga melakukan skrining TBC door to door secara berkala, hingga investigasi kontak untuk peningkatan penemuan kasus TBC sejak dini. Bahkan, pihaknya juga bersinergi dengan beberapa perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) dalam upaya penurunan kasus TBC di Jakarta Utara.

"Mudah-mudahan dengan upaya preventif pencegahan dan penanggulangan, angka TBC di Jakarta Utara semakin menurun, dan Insya Allah semua warga sehat semua," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Kalibaru, Leila Fatmasari menambahkan, saat ini di wilayahnya tengah digencarkan sosialisasi dan edukasi TBC, serta skrining dahak. Saat ini ada 73 orang yang sedang menjalani pengobatan TBC di Puskesmas.

"Sejak pekan lalu, kami telah mengedukasi TBC di tiga RW. Besok  rencananya kami akan kembali mengadakan sosialisasi dan skrining dahak di RW 07," ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan kasus TBC ini juga merupakan efek domino dari berbagai faktor. Tidak hanya dari iklim, tetapi juga pola hidup dan minimnya pemahaman masyarakat akan bahaya TBC.

"Penyakit ini memang mudah menularnya, tetapi kalau kita biasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, TBC bisa kita cegah. Semoga, kasus TBC di wilayah kami bisa tuntas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1277 personTiyo Surya Sakti
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1110 personAnita Karyati
  3. Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1103 personAnita Karyati
  4. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1102 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1084 personAnita Karyati