You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gebyar Posyandu, Balita di Jakut Diberikan Vitamin A
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Gebyar Posyandu, Balita di Jakut Diberikan Vitamin A

Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Utara, Inad Luciawaty mengadakan kunjungan di enam kecamatan untuk melakukan monitoring pelaksanaan Gebyar Posyandu sekaligus memompa semangat para kader posyandu, Kamis (27/8).

Keberadaan kader posyandu sangat penting sebagai salah satu ujung tombak kesehatan anak balita

Menurut Inad, di Jakarta Utara tercatat memiliki 613 posyandu dengan 4.205 kader. Sedangkan jumlah balita yang tersebar pada 31 kelurahan untuk usia 0-23 bulan sebanyak 33.324 orang. Usia 24-59 bulan sebanyak 35.142 orang.

“Keberadaan kader posyandu sangat penting sebagai salah satu ujung tombak kesehatan anak balita. Untuk itu agar tetap semangat melakukan tugasnya kami berikan motivasi,” ujar Inad.

PKK Jakpus Tanam 1.000 Bibit Pohon Cabai

Saat monitoring di Posyandu Melati RW 08, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Inad sempat memberikan vitamin A pada balita dan meminta agar para ibu yang memiliki anak di bawah lima tahun untuk datang ke posyandu.

“Dengan datang ke posyandu, anak-anak balita  akan terdeteksi lebih dini kemungkinan terkena penyakit atau perlu penambahan gizi,” jelas Inad.

Inad juga meminta agar kader posyandu sabar dalam melakukan tugasnya, mengingat masyarakat Jakarta Utara kondisinya berbeda dengan wilayah lain, karena banyak buruh dan nelayan yang tentunya masih perlu perhatian khusus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12274 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1368 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1350 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1307 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1013 personBudhi Firmansyah Surapati