You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rano memimpin Rapat Koordinasi DaeRano memimpin Rakorda TKPK DKI Jakarta Triwulan IV
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Rano Dukung TKPK Terapkan Platform Digital Berbasis DTSEN

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendukung Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menerapkan platform digital perencanaan, pemantauan dan evaluasi berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk upaya penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.

"Penurunan kemiskinan sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, konsistensi pelaksanaan program, serta koordinasi lintas sektor,"

Diungkapkan Rano, Pemprov DKI menargetkan penurunan tingkat kemiskinan hingga berada pada kisaran 1,82 persen sampai dengan 2,91 persen pada 2030.

Target itu, menurut Rano, sejalan dengan visi RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mensejahterakan seluruh warganya.

Pemprov DKI Terus Optimalkan Program Pemberdayaan untuk Atasi Kemiskinan

“Kemiskinan bukan proyek fisik, melainkan menyangkut manusia. Tidak ada artinya membangun infrastruktur jika manusianya tidak kita gerakkan dan berdayakan,” ujar Rano, saat memimpin Rakorda TKPK DKI Jakarta Triwulan IV tahun 2025, Jumat (19/12).

Karena itu, Rano berharap upaya menurunkan angka Kemiskinan harus disusun secara terukur dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang memadai.

"Keberhasilan penurunan kemiskinan sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, konsistensi pelaksanaan program, serta koordinasi lintas sektor," tukas Rano.

Rano menekankan tiga prinsip utama dalam penanggulangan kemiskinan, yakni akurasi data, ketepatan intervensi sesuai akar permasalahan, serta ketepatan waktu penyaluran manfaat. Menurutnya, kelemahan pada salah satu aspek tersebut dapat mengurangi efektivitas program.

Dalam Rakorda tersebut, TKPK DKI Jakarta juga menetapkan dua fokus utama, yakni optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk desil 1 hingga 5, serta penguatan konvergensi program lintas sektor.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Sosial bersama Diskominfotik dan Bappeda DKI Jakarta menyiapkan platform digital perencanaan, pemantauan, dan evaluasi berbasis DTSEN yang ditargetkan mulai digunakan pada awal Januari 2026.

"Dengan koordinasi yang kuat, target graduasi kemiskinan dapat dicapai secara berkelanjutan,” tandas Rano.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1398 personDessy Suciati
  2. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1062 personDessy Suciati
  3. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye982 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Beri Pendampingan ke Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

    access_time28-04-2026 remove_red_eye902 personDessy Suciati
  5. Peringati May Day, Dinas Nakertransgi Selenggarakan Donor Darah

    access_time27-04-2026 remove_red_eye846 personAldi Geri Lumban Tobing