You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pramono memberikan keterangan pers setelah meninjau Puskesmas Kebayoran Lama
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Bakal Dibangun Kembali, Pramono Sebut JPO Sarinah Diperlukan untuk Difabel

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan rencana membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Menurutnya, keputusan untuk menghadirkan kembali JPO Sarinah dilakukan berdasarkan kajian matang. Alasan utamanya adalah untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pejalan kaki dengan kebutuhan khusus.

"Ini memang diperlukan terutama untuk difabel,"

"Jadi JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," ujar Pramono, di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).

Pramono juga menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada, termasuk pelican crossing. Ia memastikan bahwa jalur pelican crossing tetap akan dibuka.

Masyarakat Diimbau Naik Transportasi Publik ke Lokasi Perayaan Tahun Baru

"Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah. Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1166 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1077 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye972 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye907 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye864 personAnita Karyati