You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Komisi C DPRD DKI Jakarta menggelar rapat evaluasi bersama Perumda Pasar Jaya, Selasa (13/1)
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Komisi C Bahas Revitalisasi Pasar Bersama Pasar Jaya

Komisi C DPRD DKI Jakarta menggelar rapat evaluasi bersama Perumda Pasar Jaya, membahas rencana revitalisasi pasar agar tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang dan masyarakat.

"maka harus dikelola dengan baik,"

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail menyampaikan, revitalisasi pasar harus dilakukan secara menyeluruh. Ia mengingatkan, keberadaan pasar tumpah kerap menjadi persoalan yang merugikan pedagang resmi yang telah berkontrak dengan Pasar Jaya.

“Revitalisasi jangan hanya menjadi rutinitas. Harus bisa menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan, salah satunya fenomena pasar tumpah. Pedagang eksisting menjadi sepi dan merugi karena pembeli sudah dicegat di pinggir jalan. Masyarakat pengguna jalan pun merasa terganggu,” ujar Ismail, Rabu (14/1).

Digitalisasi Pasar Perlu Didukung Keamanan dan Pendampingan Pedagang

Menurutnya, Komisi C tidak menentang program revitalisasi pasar. Namun, ia meminta agar pelaksanaannya memberikan dampak positif bagi seluruh pihak.

Selain itu, Ismail menekankan agar revitalisasi pasar dioptimalkan sebagai bagian dari upaya monetizing asset. Ia mendorong Pasar Jaya menerapkan konsep mixed-use, khususnya pada pasar-pasar yang berada di lokasi strategis dan kawasan berorientasi Transit Oriented Development (TOD).

“Lahan di Jakarta sangat mahal. Jangan sampai aset Pasar Jaya yang berada di kawasan strategis hanya dimanfaatkan sebagai pasar semata. Akan lebih optimal jika dikembangkan dengan konsep mixed-use,” katanya.

Komisi C juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas fasilitas pendukung, seperti MCK. Menurut Ismail, fasilitas tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari supporting system yang harus dikelola dengan baik agar nyaman dan menarik minat masyarakat untuk datang ke pasar.

“Bukan sekadar ada, tetapi keberadaannya justru bisa menjadi pemikat. Mungkin awalnya masyarakat hanya mampir ke toilet, tetapi akhirnya berbelanja di pasar,” ucapnya.

Selain fasilitas, isu retribusi sampah turut menjadi perhatian. Di satu sisi, retribusi sampah dicatat sebagai kontribusi Pasar Jaya kepada Pemprov DKI, namun di sisi lain dianggap sebagai beban biaya atau cost center.

“Ini perlu diluruskan. Jika retribusi sampah memiliki potensi meningkatkan pendapatan, maka harus dikelola dengan baik. Kami tidak menolak langkah Pasar Jaya mengelola sampah secara mandiri untuk menghasilkan revenue, tetapi kontribusinya terhadap PAD juga harus dioptimalkan,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi C turut menyinggung penurunan dividen Pasar Jaya. Menurut Ismail, hal itu masih bersifat sementara karena baru sebatas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang akan terus diperdalam dalam pembahasan lanjutan.

“Ini masih RKA dan tadi juga sudah direvisi. Kami berharap dengan berbagai masukan dan insight dari jajaran direksi baru, Pasar Jaya ke depan bisa semakin optimal,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2460 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1285 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1030 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1028 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye844 personDessy Suciati