Penanganan Sampah di Kramat Jati Diminta Dipercepat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan jajarannya agar mempercepat penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan aktivitas para pedagang dan pengunjung di kawasan tersebut.
"Saya sudah meminta untuk Kramat Jati segera diselesaikan,"
"Saya sudah meminta untuk Kramat Jati segera diselesaikan," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan, penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah tempat, termasuk di Kramat Jati, merupakan dampak dari peristiwa longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut membuat TPST Bantargebang belum bisa kembali beroperasional optimal.
Sudin LH Jaksel Gerak Cepat Cegah Penumpukan Sampah di TPS"Hal yang berkaitan dengan sampah, dampak dari kurang lebih 10-12 hari Bantargebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah yang ada," jelas Pramono.
Namun saat ini, Gubernur memastikan penanganan dan pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati telah mulai dilakukan secara bertahap. Sampah tersebut kembali diangkut menuju TPST Bantargebang.
"Dari 3-4 hari ini termasuk tadi malam sampai dengan tengah malam termasuk yang di Kramat Jati yang menumpuk cukup besar, sekarang ini sudah mulai diangkut kembali ke Bantargebang," kata dia.
Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup telah mengerahkan 20 unit armada truk untuk mengangkut tumpukan sampah tersebut. Oleh sebab itu, Pramono optimistis masalah sampah di sejumlah tempat di Jakarta akan segera terselesaikan.
"Mulai kemarin (ditangani), mudah-mudahan kalau sekarang mudah-mudahan ya pasti pelan-pelan akan segera diselesaikan," tandas Pramono.