You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemeriksaan hewan kurban jaksel tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

18.575 Hewan Kurban Sudah Diperiksa di Jaksel

Sebanyak 18.575 ekor hewan kurban tercatat telah diperiksa Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan selama sepekan terakhir.

"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan,"

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini mengatakan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk menjamin kesehatan hewan serta kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih.

"Pemeriksaan kita lakukan di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan dengan mengerahkan puluhan petugas di setiap satuan pelaksananya," ujarnya, Rabu (20/5).

Sudin KPKP Jakut Sudah Periksa 2.656 Hewan Kurban

Irawati menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan meliputi kelayakan syarat syariat dan juga kesehatan fisik. Hal itu bertujuan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)

Kemudian, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen resmi yang menyatakan hewan tersebut berasal dari daerah bebas penyakit dan layak diperjualbelikan.

"Kami periksa Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan sertifikat veterinernya," ucapnya.

Ia meyebutkan, 18.575 ekor hewan kurban yang telah diperiksa berasal dari 201 tempat penampungan hewan kurban dengan rincian 6.455 ekor sapi, 10.219 ekor kambing, 1.824 ekor domba dan 77 ekor kerbau.

Dalam pemeriksaan itu, pihaknya masih mendapatkan enam ekor hewan kurban sakit di bagian kaki, paha dan lato-lato atau yang biasa dikenal sebagai Lumpy Skin Disease (LSD).

"Kami akan terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan hingga mendekati Iduladha," tegasnya.

Irawati menambahkan, pihaknya memberikan tips memilih hewan kurban yang baik sesuai dengan syarat sahnya. Salah satunya pembeli harus melihat giginya yang sudah kupak atau belum, kemudian dilihat dari fisiknya, hewan kurban bisa berdiri tegap dan tidak ada cacat. 

"Kami menyarankan agar pembeli memastikan terlebih dahulu apakah ada gejala klinis atau tidak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5860 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2367 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2114 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1709 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1621 personNurito