Sertifikasi Front Office Beri Stimulus Penguatan Industri Pariwisata Jakarta
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4ekraf) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menyelenggarakan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Front Office Supervisor Tahun 2026.
"siap bersaing secara global,"
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata di Jakarta.
Rangkaian kegiatan sertifikasi ini telah diawali dengan masa pendaftaran melalui situs https://disparekraf.jakarta.go.id/puslatparekraf/login yang dibuka pada 18–29 Mei 2026.
Disparekraf Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pramuwisata Muda 2026Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan proses pra-asesmen ketat yang diselenggarakan secara daring pada 4 Juni 2026, sebanyak 40 peserta terpilih berhak mengikuti tahapan puncak, yaitu Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selanjutnya, uji kompetensi dilaksanakan secara luring di Manhattan Hotel Jakarta, Jakarta Selatan.
Ada hal yang berbeda dan menjadi nilai tambah utama pada pelaksanaan sertifikasi periode ini. Kurikulum yang diimplementasikan sepenuhnya mengacu pada Toolbox ASEAN, yang merupakan standar kompetensi tertinggi dalam sistem pendidikan dan pelatihan pariwisata serta perhotelan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam penyelenggaraannya, P4ekraf DKI Jakarta berkolaborasi secara sinergis dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Crew Kapal Pesiar dan Kapal Niaga Internasional (CKPNI).
Kepala Disparekraf Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, penguatan kompetensi SDM pariwisata berstandar internasional merupakan kunci utama bagi Jakarta agar dapat bersaing di kancah global.
Ia menyampaikan, Jakarta saat ini terus memantapkan posisinya sebagai kota global yang kompetitif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Maka itu, tidak bisa lagi menggunakan standar yang biasa untuk mendukung ekosistem tersebut.
“Penerapan kurikulum berbasis Toolbox ASEAN pada sertifikasi Front Office Supervisor ini adalah bukti nyata bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara lokal, melainkan juga siap bersaing secara global di kancah internasional," ujar Andhika, Rabu (10/6).
Sementara itu, Kepala Pusat P4ekraf DKI Jakarta, Endrati Fariani menyampaikan detail teknis pelaksanaan dan pentingnya peran pengawas lini depan (front office supervisor) dalam industri perhotelan modern.
Ia menjelaskan, petugas Front Office adalah wajah terdepan dari industri pelayanan hospitality. Melalui program sertifikasi ini, pihaknya ingin memastikan bahwa ke-40 peserta yang terpilih memiliki standar pelayanan yang prima, profesional, dan akuntabel.
“Sinergi kami dengan LSP CKPNI dan pemanfaatan Toolbox ASEAN diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri akan tenaga supervisor yang andal, adaptif, serta memiliki sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP," jelasnya.
Ia menambahkan, melalui pelaksanaan program berbasis standar kompetensi yang melibatkan tim narasumber berpengalaman dan panitia pelaksana, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kegiatan sertifikasi skema Front Office Supervisor mampu memberikan stimulus positif bagi penguatan industri pariwisata.
“Langkah nyata ini diharapkan memicu akselerasi pertumbuhan mutu layanan perhotelan, sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan bagi penguatan ekonomi sektor pariwisata di Jakarta,” tandasnya.