You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260626 WA0010
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

102,9 Kilogram Melon Premium Dipanen di Kebun Gangnam

Sebanyak 102,9 kilogram melon premium berhasil dipanen di Kebun Pegangsaan Dua Menanam (Gangnam), Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Panen tersebut disambut antusias masyarakat yang datang untuk membeli sekaligus merasakan pengalaman memetik melon langsung dari kebun.

"Harga jual di sini sangat terjangkau untuk kualitas premium"

Salah seorang pegawai Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua, Dina Mayang mengaku senang dapat memetik sendiri buah melon yang ditanam di Kebun Gangnam. 

Melon di Lahan Urban Farming Pulau Tidung Kecil Dipanen

"Varietas Kirani dan Sweet Lavender ini memiliki cita rasa yang manis dan legit. Saya sudah memesan lagi untuk panen berikutnya. Harganya juga jauh lebih murah. Kalau di mal bisa mencapai ratusan ribu rupiah, di sini hanya sekitar Rp 150 ribu sudah bisa mendapatkan dua buah melon berukuran besar," ujarnya, Jumat (26/6).

Hal senada disampaikan warga setempat, Reta yang membeli melon varietas The Blues. Ia menilai keberadaan kebun melon premium di lingkungannya memudahkan masyarakat memperoleh buah berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

"Sudah saya cicipi, rasanya memang manis dan ukurannya besar. Harga jual di sini sangat terjangkau untuk kualitas premium seperti ini," ungkapnya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pegangsaan Dua, Ryannizar menjelaskan, panen kali ini dibagi menjadi dua gelombang untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.

Pada gelombang pertama, panen dilakukan bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Utara beserta jajaran dengan hasil 57 buah melon seberat 61,8 kilogram. Sementara pada gelombang kedua bersama masyarakat umum berhasil dipanen 23 buah melon dengan total berat 41,1 kilogram.

"Kebun Gangnam mengusung konsep wisata petik melon yang menjadi satu-satunya di Jakarta Utara. Di kebun ini dibudidayakan tujuh varietas melon unggulan, di antaranya Kirani, The Blues, Rock Melon, Yurika, Sweet Lavender, dan Alisha," bebernya.

Ia menambahkan, sebagian besar varietas tersebut masih jarang dipasarkan di Jakarta karena memiliki nilai jual yang relatif tinggi. 

"Kebun ini diharapkan tidak hanya menjadi lokasi budi daya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat dan keluarga," bebernya.

Sementara itu, Pengelola Kelompok Tani (Poktan) Kebun Gangnam, Yunus menuturkan, budi daya melon dilakukan melalui perawatan intensif. Tanaman membutuhkan waktu sekitar 70 hari sejak penyemaian hingga siap dipanen.

"Hasil penjualan panen ini akan kami gunakan kembali sebagai modal pembelian bibit dan biaya perawatan rutin. Setelah panen selesai, greenhouse akan disterilisasi sebelum memulai siklus penanaman berikutnya," ucapnya.

Yunus memaparkan, melon hasil panen dipasarkan dengan harga Rp 30.000 hingga Rp 37.000 per kilogram dengan bobot rata-rata setiap buah antara 1,5 hingga 3,5 kilogram. Meski proses tanam berikutnya baru akan dimulai, sejumlah warga sudah melakukan pemesanan untuk panen mendatang.

"Saya berharap keberadaan Kebun Gangnam dapat menjadi percontohan pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) di Jakarta Utara yang mampu mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan wisata edukasi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye3640 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye986 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye951 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye872 personFolmer
  5. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye754 personBudhi Firmansyah Surapati