20 Peserta Ikuti Pelatihan Operator Alat Berat di PPKD Jakarta Utara
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan kejuruan operator alat berat jenis forklift dan ekskavator yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara di Gudang Material, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja. Pelatihan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.
"Tenaga kerja terampil"
Kepala Satuan Pelaksana PPKD Jakarta Utara, Beben Moch Akbar Perkasa mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan khusus agar memiliki daya saing di dunia industri. Pelatihan gelombang kedua berlangsung mulai 12 Juni hingga 2 Juli 2026.
PPKD Jaktim Fasilitasi Seleksi Kerja ke Jepang"Pelatihan diikuti 20 peserta yang terbagi dalam dua kejuruan, yakni 10 peserta operator forklift dan 10 peserta operator ekskavator. Program ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil yang siap bekerja di sektor logistik maupun konstruksi," ujarnya, Senin (29/6).
Beben menjelaskan, selama pelatihan para peserta memperoleh materi secara komprehensif, mulai dari teori di kelas hingga praktik langsung di lapangan.
"Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar alat berat, teknik pengoperasian, pemeriksaan, perawatan, serta prosedur keselamatan dan kesehatan kerja," terangnya.
Menjelang berakhirnya pelatihan, lanjut Beben, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan sekaligus memastikan mereka memenuhi standar sebagai operator alat berat.
"Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Surat Izin Operator (SIO) yang menjadi salah satu persyaratan untuk bekerja sebagai operator alat berat," ungkapnya.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap pelatihan operator alat berat sangat tinggi. Pada setiap penyelenggaraan, jumlah pendaftar mencapai ratusan orang karena pelatihan tersebut hanya tersedia di PPKD Jakarta Utara.
"Peminatnya sangat banyak, sehingga pelatihan ini rutin kami selenggarakan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki keahlian teknis sebagai operator alat berat," ungkapnya.
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat membuka peluang kerja bagi para peserta sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
"Harapannya, melalui pelatihan ini para peserta dapat segera terserap di dunia kerja atau memperoleh peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga," bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Annisa Nur Zahra (27) mengaku antusias untuk menjadi operator forklift. Meski sebelumnya bekerja sebagai perias wajah lepas, ia tertarik menekuni bidang teknis demi memperoleh pekerjaan yang lebih stabil.
"Selama ini saya bekerja sebagai MUA lepas, tetapi penghasilannya tidak menentu. Saya ingin memiliki pekerjaan tetap," ucapnya.
Annisa mengaku terinspirasi setelah melihat salah seorang kerabatnya bekerja di pabrik dan menyaksikan seorang perempuan mampu mengoperasikan forklift dengan baik.
Ia menuturkan, sempat mengalami kesulitan pada awal pelatihan karena belum memiliki pengalaman mengemudi. Namun, berkat bimbingan instruktur selama sekitar 10 hari, kemampuannya terus berkembang.
"Setelah belajar dan terus berlatih, sekarang saya sudah lebih lancar mengoperasikan forklift. Target saya setelah mendapatkan sertifikat dan SIO adalah segera melamar pekerjaan tetap di perusahaan," tandasnya.