You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Edukasi Program KB bagi Sasaran Khusus Dilakukan di Jati Padang
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Edukasi Program KB Digelar di Jati Padang

Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Selatan berkomitmen memperluas jangkauan Program Keluarga Berencana (KB), khususnya kepada para pasangan usia subur yang membutuhkan pelayanan KB, namun belum memperoleh akses secara optimal.

"Bersama penyuluh KB, kami melakukan penjangkauan langsung,"

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penggerakan Program KB bagi Sasaran Khusus di Kampung Pemulung Karang Pola, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola guna memastikan masyarakat memperoleh edukasi, konseling, pendampingan, dan akses pelayanan KB sesuai dengan kondisi serta kebutuhannya.

Sudin PPAPP Jaksel Sosialisasikan Pola Pengasuhan

"Bersama penyuluh KB, kami melakukan penjangkauan langsung kepada warga," ujarnya, Senin (3/8).

Rizky menjelaskan, dalam kegiatan itu, pihaknya juga melakukan identifikasi terhadap kebutuhan setiap keluarga untuk selanjutnya ditindaklanjuti melalui konseling dan fasilitasi pelayanan KB berdasarkan pilihan dan persetujuan masing-masing peserta.

Ia menyampaikan, penggerakan sasaran khusus penting dilakukan untuk menjangkau keluarga yang terkendala kondisi sosial ekonomi, keterbatasan informasi, maupun akses terhadap fasilitas pelayanan.

"Kami menjangkau keluarga prasejahtera yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari kegiatan pemulungan dan pekerjaan informal lainnya," ucapnya.

Dalam penjangkauan tersebut, lanjut Rizky, pihaknya menemui seorang ibu yang memiliki tujuh anak. Kini anak bungsunya berusia satu tahun tiga bulan dan yang bersangkutan belum menggunakan alat kontrasepsi. 

"Kami juga menemui ibu lainnya yang memiliki lima anak. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi, konseling, dan pendampingan secara berkelanjutan bagi keluarga yang belum terjangkau Program KB," bebernya.

Menurut Rizky, kondisi ini bukan untuk memberikan stigma kepada keluarga, tetapi menjadi pengingat bahwa pemerintah harus hadir lebih dekat dan harus memastikan setiap ibu, serta keluarganya memperoleh informasi yang benar, memahami pilihan kontrasepsi yang tersedia, serta dapat mengakses pelayanan KB secara mudah, aman, dan sukarela.

Rizky menegaskan, penggerakan Program KB bagi sasaran khusus tidak hanya dilaksanakan di tempat ini. Kegiatan tersebut akan diperluas secara bertahap ke seluruh 65 kelurahan di Jakarta Selatan untuk menemu kenali pasangan usia subur yang masuk dalam kategori unmet need

"Diperlukan pendekatan aktif, komunikasi yang baik, serta konseling yang menghormati kondisi, kebutuhan, dan keputusan setiap keluarga," ungkapnya.

Rizky menambahkan, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Penyuluh KB, kader, fasilitas kesehatan, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta pemangku kepentingan lainnya. Khususnya dalam melakukan pemetaan, penjangkauan, konseling, pendampingan, dan fasilitasi pelayanan KB. 

"Program KB diharapkan dapat menjangkau keluarga," jelasnya.

Sementara itu, Rohayati, salah satu warga mengaku senang dengan adanya sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga, sehingga pesan yang disampaikan lebih terasa dihati.

"Kalau langsung ke masyarakat gini kan jadinya pesan tersampaikan baik. Mudah-mudahan saja warga bisa mengikuti saran yang diberikan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12141 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1364 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1342 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1009 personBudhi Firmansyah Surapati