You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bulan Depan Warga Bidaracina Direlokasi
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Oktober, Warga Bidara Cina Direlokasi

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memastikan akan merelokasi warga Bidara Cina, Jakarta Timur pada Oktober mendatang. Kawasan tersebut diperlukan untuk pembangunan sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT).

Bidara Cina harus dibebaskan paling lama bulan depan

"Bidara Cina harus dibebaskan paling lama bulan depan," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (9/9).

Sebagian warga Bidara Cina yang memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB) akan mendapatkan ganti rugi. Selain kepemilikan warga, ada juga tanah yang merupakan kepemilikan perusahaan asuransi, kepemilikan Pertamina, serta tanah kepemilikan perseorangan bernama Hengky.

Lahan Warga di Bidara Cina Bersertifikat akan Diganti

Setidaknya ada 300 kepala keluarga (KK) yang harus segera ditertibkan untuk pelaksanaan sodetan Ciliwung-KBT ini. Relokasi warga harus segera dilakukan, karena pembangunan sodetan tidak bisa ditunda lagi. Terlebih merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengatasi banjir di ibu kota.

Dari total 300 KK, ada 48 KK yang berdiri di atas lahan pemerintah. Nantinya, mereka akan mendapat ganti unit rumah susun (Rusun) di Cipinang Besar Selatan (Cibesel).

Sementara ganti rugi bagi warga yang memiliki sertifikat akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Pembangunan sodetan ini diperkirakan bisa mengurangi debit air sekitar 60 meter kubik per detik.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1179 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1154 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye920 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye842 personBudhi Firmansyah Surapati