You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemotongan Hewan Kuban di Kebayoran Baru Usai Sholat Idul Adha
photo Izzudin - Beritajakarta.id

32 Hewan Kurban Dipotong di Kebayoran Baru

Pengurus Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru akan melakukan pemotongan puluhan hewan kurban di Masjid At Taqwa, Jalan Limo, Jakarta Selatan. Pemotongan dilakukan setelah pada Rabu (23/9) pagi tadi diadakan salat Idul Adha 1436 Hijriah.

Pemotongan hewan kurban dimulai hari ini. Ada 10 ekor sapi dan 22 ekor kambing

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru, Syahrul Jamal mengatakan, pihaknya akan menyembelih 32 ekor hewan kurban. Yang terdiri dari 10 ekor sapi, dan 22 ekor kambing.

"Pemotongan hewan kurban dimulai hari ini. Ada 10 ekor sapi dan 22 ekor kambing," ujarnya.

Hewan Kurban di SMP Muhammadiyah Senen Aman Dipotong

Menurut Syahrul, nantinya daging dari hewan kurban akan didistribusikan kepada yang berhak. Sistemnya, ada yang langsung diberikan di halaman masjid, ada pula yang kolektif. 

"Bagi yang sudah memenuhi syarat dan pantas menerima akan diberikan kupon. Mereka berkumpul didepan halaman masjid. Ada juga pengajuan kolektif melalui yayasan yatim dan rumah dhuafa," kata Syahrul.

Sebelumnya, pada pagi hari ratusan jamaah Muhammadiyah memadati Halaman Kampus UHAMKA untuk menunaikan Sholat Idul Adha 1436 Hijriah. Ditunjuk sebagai Khotib sekaligus Imam yaitu Ustad Hazuarli. Salat dimulai pukul 07.00 dan selesai pada pukul 08.00.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati