You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
20 Rumah Semi Permanen di Pasar Baru Ditertibkan
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

20 Rumah Semi Permanen di Pasar Baru Ditertibkan

Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian pemilik bangunan, namun akhirnya petugas gabungan berhasil memembongkar 20 rumah semi permanen yang berlokasi di Jalan Syafei, Gang Arnold RT 07/01, Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Kita tawarkan untuk direlokasi ke Rusun Marunda, tapi mereka pilih pindah ke Citayam dan Bojong

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede menuturkan, setelah dilakukan berbagai upaya persuasif, akhirnya para pemilik bangunan bersedia pindah. Pasalnya, selama 30 tahun mereka menempati lahan fasilitas umum.

Pemkot Jakpus, Prioritaskan Normalisasi Saluran Mampet

"Kita tawarkan untuk direlokasi ke Rusun Marunda, tapi mereka pilih pindah ke Citayam dan Bojong," kata Mangara.

Meski begitu, menurut Mangara, pihaknya tetap akan membantu fasilitas pengangkutan barang-barang mereka hingga ke lokasi tujuan. 

Menurut Mangara, setelah dibongkar dan dibersihkan, jalan tersebut peruntukannya akan dikembalikan ke fungsi awalnya. 

"Total ada 35 KK (kepala keluarga) yang dipindahkan. Saat ini proses pemindahan barang sudah selesai dilakukan," ujar Mangara.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye2023 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1054 personTiyo Surya Sakti
  3. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye956 personFakhrizal Fakhri
  4. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye891 personDessy Suciati
  5. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye807 personAldi Geri Lumban Tobing