You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
40 Anak Siap Memainkan Lego Dikunjungan Ratu Denmark
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

40 Anak Siap Memainkan Lego di RPTRA Kenanga

Sebanyak 40 anak disiapkan untuk memainkan lego saat kunjungan Ratu Denmark, Margrethe II ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Jl Tidore, RT 02/05, Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/10) besok.

Tanggal 18 kemarin 40 anak itu sudah mendapatkan pelatihan langsung dari Perusahaan Lego Indonesia. Nanti sekitar jam 2 dan 3 mereka akan tampil, temanya " mencari harta karun

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Jakarta Pusat, Fetty Fatimah mengatakan, 40 anak tersebut berasal dari Kelurahan Cideng dengan usia 6-9 tahun. Sebelumnya, puluhan anak tersebut sudah mendapatkan pelatihan permainan lego dari Perusahaan Lego Indonesia.

"Tanggal 18 kemarin 40 anak itu sudah mendapatkan pelatihan langsung dari Perusahaan Lego Indonesia. Nanti sekitar jam 14.00 dan 15.00 mereka akan tampil," ujarnya, Rabu (21/10).

Rombongan Kedubes Denmark Puji RPTRA Cideng

Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan 40 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menyambut kedatangan Ratu Denmark dengan menyanyikan beberapa lagu anak-anak, seperti Pelangi dan Selamat Datang.

"Mereka juga yang akan memberikan salam perpisahan dengan mengibarkan Bendera Indonesia dan Belanda," tandas Fetty.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1159 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1143 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye905 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye888 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye831 personBudhi Firmansyah Surapati