You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Kolong Flyover Roxy Kembali Marak Parkir Liar
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Kolong Flyover Roxy Kembali Marak Parkir Liar

Akibat longgarnya pengawasan, kolong flyover Roxy di Kelurahan Cideng, Gambir Jakarta Pusat, kembali marak parkir liar. Kondisi ini membuat arus lalu lintas dari Jalan KH Hasyim Ashari menuju Grogol tersendat.

Harusnya di lokasi tersebut dilakukan penjagaan

Fachri (25), salah seorang pengendara sepeda motor mengatakan, setiap harinya kedua sisi kolong flyover Roxy disesaki kendaraan roda dua yang parkir secara liar. Walau begitu, belum ada tindakan tegas dari petugas untuk menuntaskan parkir liar di lokasi tersebut.

Rekayasa Lalu Lintas di Flyover Karet akan Dievaluasi

"Harusnya di lokasi tersebut dilakukan penjagaan. Akses jalan yang kecil dijadikan lokasi parkir liar membuat kemacetan panjang," keluh Fachri, Rabu (21/10).

Pantauan Beritajakarta.com, akibat digunakan untuk parkir liar,  pejalan kaki juga terpaksa melewati jalan raya, karena akses trotoar juga dipenuhi kendaraan.

Selain itu, belasan angkutan umum tampak mengetem dan parkir di Jalan Tanjung Selor. Padahal di lokasi itu ada rambu larangan parkir.

Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Henry Perez Sitorus berjanji untuk secepatnya melakukan penertiban di kawasan tersebut.

"Segera kita tertibkan kembali. Petugas kita sudah kerahkan di sejumlah titik, makanya tidak dapat menjangkau flyover Roxy," kata Henry.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1174 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati