You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Warga Kapuk Minta RPH Babi Ditutup
photo Folmer - Beritajakarta.id

Warga Kapuk Minta RPH Babi Ditutup

Kita bosan dijanjikan terus sama pemerintah

Warga RW 07, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat meminta agar Rumah Potong Hewan (RPH) Babi di Jalan Peternakan ditutup dan direlokasi ke tempat lain.

Februari, RPH Babi Kapuk Beroperasi

Permintaan warga yang menolak keberadaan RPH Babi cukup beralasan. Pasalnya, saat banjir melanda, pemukiman warga akan dipenuhi kotoran hewan babi yang meluap dari selokan air.

“Kami minta pemerintah segera menutup RPH Babi di Jalan Peternakan ditutup karena selama ini warga tersiksa dengan adanya limbah dari rumah pemotongan hewan,” kata Adi (26), warga RW 07, Jumat (23/10).

Adi mengatakan, warga sangat terganggu dengan limbah dari hasil pemotongan hewan babi yang tidak terkelola secara baik.

“Apalagi saat ini terjadi wabah penyakit yang menjangkiti babi sangat membahayakan. Kami khawatir penyakit tersebut menular kepada warga sekitar,” tutur Adi.

Ketua RW 07 Kelurahan Kapuk, Imam Cahyo Roso mengakui, penolakan RPH Babi di lingkungan tempat tinggalnya itu atas permintaan seluruh warga.

"Kita bosan dijanjikan terus sama pemerintah. Tiap banjir, limbah pemotongan babi itu selalu mampir ke rumah-rumah kita. Baunya bikin gak tahan, kalau bisa gak perlu ada RPH lagi di kampung kita," tegas Imam.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1829 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1390 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1070 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1055 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye973 personAnita Karyati