You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
2 Ton Daging Sapi Disediakan di Pasar Rakyat
photo Devi Lusianawati - Beritajakarta.id

Pasar Rakyat Johar Baru Jual Daging Sapi Murah

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat mengadakan pasar rakyat di Halaman Pusat Promosi Ikan Hias, Johar Baru. Daging sapi murah disediakan sebanyak dua ton untuk masyarakat.

Di sini kami juga menyediakan 2.000 kilogram daging sapi, masyarakat bisa membeli langsung hanya dengan harga Rp 80-89 ribu per kilogram.

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, harga daging sapi di pasar saat ini sekitar Rp 110-120 ribu per kilogram. Namun di pasar rakyat hanya dijual dengan harga Rp 80-89 ribu per kilogram.

"Di sini kami juga menyediakan 2.000 kilogram daging sapi, masyarakat bisa membeli langsung hanya dengan harga Rp 80-89 ribu per kilogram, itu bisa hemat karena di pasar harganya sampai Rp 110-120 ribu," ujarnya, Jumat (6/11).

Tingkat Konsumsi Tinggi, Daging Ayam Bebas Formalin

Sementara itu, Kasudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (UMKMP) Jakarta Pusat, Richard Bangun mengatakan, 2 ton daging sapi disediakan hingga Sabtu (7/11) besok. "Saya optimis, stok daging yang telah disediakan di rasar rakyat ini akan habis diserbu warga, karena harganya yang relatif murah," tandas Richard.

Selain daging sapi, ada juga minyak goreng, gula pasir, mie dan makanan tradisional Betawi yang dihadirkan di pasar rakyat tersebut.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati