You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jaga Inflasi, Tiga BUMD akan Disinergikan
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Jaga Inflasi, Tiga BUMD akan Disinergikan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyinergikan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI untuk menjaga laju inflasi. Rencananya, ketiga BUMD tersebut akan bertemu dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk memantau aliran bahan pangan dari hulu hingga hilir.

Warga Jakarta kami harapkan bisa mendapatkan harga yang sesungguhnya. Tidak ada distorsi, dinaik-naikanan di tengah. Ini yang penting

Ketiga BUMD tersebut yakni, PD Dharma Jaya, PD Pasar Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya. Pertemuan dengan Mentan dijadwalkan berlangsung Jumat (13/11) besok. "Besok akan ketemu Mentan, saya akan bawa direksi Food Station Tjipinang, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan kelompok perikanan, untuk duduk bersama membicarakan, mengantisipasi, produk dari hulu hingga hilir," kata Basuki di Balai Kota, DKI Jakarta, Kamis (12/11).

Pertemuan tersebut diharapkan bisa memberikan kepastian harga produk-produk yang tersebar di masyarakat. Selain itu, harga juga tetap bisa terkendali dengan baik. "Warga Jakarta kami harapkan bisa mendapatkan harga yang sesungguhnya. Tidak ada distorsi, dinaik-naikanan di tengah. Ini yang penting," ujarnya.

Pemprov DKI dan Dewan Bahas PMP Tiga BUMD

Basuki menegaskan, pemerintah tidak boleh kalah dengan mafia daging. Sehingga tiga BUMD dibidang pangan ini disinergikan. Ketiganya saling mengetahui dan mengatur harga. "Masa kami kalah dengan mafia daging, padahal kami punya semua. Selama ini Pasar Jaya kan jalan sendiri, dia bisa jual sembarangan. Nanti bisa diatur harga bawang, telur, macam-macam," ungkapnya.

Rencananya, ketiga BUMD tersebut akan bersatu menjadi sebuah perusahaan holding. PD Pasar Jaya-lah yang akan memegang kendali. Basuki menginginkan PD Pasar Jaya bisa menstabilkan harga pasar dan menahan laju inflasi.

Untuk bisa melawan mafia daging, Basuki berencana memberikan kredit kepada pedagang yang terdaftar di PD Pasar Jaya. Mereka akan mendapatkan bunga ringan yang sangat terjangkau. Namun dengan syarat mereka membayar retribusi dengan sistem non cash.

"Kalau yang tetap membayar setiap hari, bisa kami pinjamkan kredit misalnya Rp 10 juta dengan bunganya 12 persen. Dari pada kamu pinjam sama rentenir 60 persen, mending pinjam sama kami. Kami siapkan Rp 1 triliun, sekarang baru tersalur Rp 200 miliar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1169 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1079 personAnita Karyati
  3. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye990 personAnita Karyati
  4. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye909 personDessy Suciati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye868 personAnita Karyati