You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Waspada, Tiga Pintu Air Siaga Tiga
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Waspada, Dua Pintu Air di DKI Siaga III

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat, membuat tinggi muka air di Bendung Katulampa naik. Pada pukul 18.00 tercatat ketinggian air mencapai 80 sentimeter atau berada pada posisi siaga III.

Warga di bantaran Sungai Ciliwung, diminta untuk waspada

Petugas piket Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Desmanto mengatakan, kenaikan tinggi muka air bertahap mulai pukul 17.00.

"Warga di bantaran Sungai Ciliwung, diminta untuk waspada," kata Desmanto, Senin (16/11).

Basuki Pantau CCTV Pintu Air Lewat Handphone

Selain Bendung Katulampa, Pintu Air Pasar Ikan dan Pintu Air Karet juga berada pada posisi siaga III. Di Pintu Air Pasar Ikan dengan ketinggian air mencapai 177 sentimeter, sementara Pintu Air Karet setinggi 460 sentimeter.

Menurut Desmanto, pihaknya akan terus memantau ketinggian pintu air, menginggat hingga saat ini hujan juga masih mengguyur sebagian wilayah di ibukota.

Sementara kondisi pintu air lainnya masih berada pada posisi siaga IV, seperti di Depok setinggi 140 sentimeter, Manggarai 710 sentimeter, Krukut Hulu 40 sentimeter, Pesanggrahan 75 sentimeter, Angke Hulu 130 sentimeter, Cipinang Hulu 70 sentimeter, Sunter Hulu 50 sentimeter, Pulogadung 400 sentimeter dan Waduk Pluit 200 sentimeter.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1184 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1161 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye948 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye933 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye848 personBudhi Firmansyah Surapati