You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pekan Depan PKL Pasar Kebayoran Lama Akan Di Relokasi
photo Izzudin - Beritajakarta.id

Pekan Depan, PKL Pasar Kebayoran Lama akan Ditertibkan

Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Perdagangan (Sudin KUMKMP) Jakarta Selatan, pekan depan, tepatnya Senin (30/11), akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Kebayoran Lama. 

Mereka akan direlokasi ke belakang Pasar Kebayoran Lama

Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Selatan, Syamsu Rizal mengatakan, saat ini ada sekitar 1.000 lebih PKL yang berjualan di pinggir jalan bawah flyover dan dekat rel pintu keluar Stasiun Kebayoran Lama.

"Kami sudah memberikan surat peringatan (SP) kedua terhadap pedagang. Minggu depan akan kami tertibkan," kata Rizal, Senin (23/11).

PKL Hanya Berhak Memiliki Satu Kios di Pasar Binaan

Ditambahkan Rizal, para pedagang tersebut akan direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan di belakang Pasar Kebayoran Lama.

"Tujuannya agar pedagang tidak berjualan di jalanan, karena mengganggu arus lalu lintas. Mereka akan direlokasi ke belakang Pasar Kebayoran Lama," ucap Rizal.

Rizal menuturkan, sebagian besar pedagang bisa mengerti dan mengetahui maksud dari penataan tersebut. Dia berharap, proses penertiban pekan depan berjalan aman dan lancar.

"Kawasan itu supaya tidak semrawut, memang harus mau ditata," tandas Rizal.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1186 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1169 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye953 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye940 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye850 personBudhi Firmansyah Surapati