You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Warga Keluhkan Perawatan Makam TPU tegal Alur
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemakaman Warga Miskin di TPU Tegal Alur Minim Perawatan

Ahli waris warga miskin yang biaya pemakamannya gratis, mengeluhkan sikap petugas TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, yang dinilai diskriminatif. Pasalnya makam keluarga mereka tidak diurus dan dibiarkan kotor.

Memang tidak ditarik biaya, tapi pelayanan perawatan makam terlihat dibedakan

"Memang tidak ditarik biaya, tapi pelayanan perawatan makam terlihat dibedakan. Misalnya saja untuk orang miskin, perawatannya sangat kurang, tapi untuk yang bayar betul-betul dirawat dengan baik," keluh Ardian (32), warga Tegal Alur, saat menyambangi makam keluarganya, Selasa (24/11).

Pengurus TPU Tegal Alur, Ede membantah tudingan salah satu ahli waris tersebut. Menurutnya, dari total tiga blok lahan pemakaman yang ada, yakni AA1, A2 dan A3, seluruhnya diperlakukan sama.

TPU di Ibukota akan Ditanam Pohon Hias

"Kami tidak pernah membeda-bedakan perawatan makam," kata Ede.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Barat, Christian HT juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, perawatan khusus bagi pemakaman berbiaya di sejumlah TPU sangat tidak dibenarkan.

"Kami kan punya PHL (Pekerja Harian Lepas) untuk merawat makam. Memang saya sering dengar adanya perawatan khusus itu, tapi setelah dicek ke lapangan semuanya tidak terbukti. Jadi sekali lagi itu sangat tidak betul," tegas Christian.

Sekadar diketahui, berbagai kemudahan terus diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada warga kurang mampu atau keluarga miskin (gakin) di ibukota. Salah satunya dengan membebaskan mereka dari biaya pemakaman jika salah satu anggota keluarganya meninggal dunia.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye941 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye923 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye843 personBudhi Firmansyah Surapati