You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah Menumpuk di Kali Sunter Kolong Jl Basuki Rahmat
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Kali Sunter di Jl Basuki Rahmat Penuh Sampah

Kali Sunter yang membelah RW 14, Kelurahan Cipinang Muara dan RW 3, Kelurahan Pondok Bambu, kondisinya sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, sampah bercampur lumpur nyaris menutup permukaan kali.

Petugas lagi saya fokuskan di ujung, bergantian. Kali Sunter itu kali mati, nggak ada aliran air. Jadi kerjanya secara bergantian

Pantauan Beritajakarta.com, tumpukan sampah terlihat di bawah kolong Jalan Basuki Rahmat di mana terdapat pintu air KBT. Kondisi pintu air yang jarang dibuka mengakibatkan penumpukan sampah. Tak hanya itu, keberadaan pemukiman termasuk pabrik tahu dan tempe di bantaran kali juga menjadi penyebab peningkatan volume sampah di kali.

Ani, warga setempat mengatakan, pedagang kaki lima (PKL) Kanal Banjir Timur selalu membuang sampah ke kali. "Setiap malam pedagang PKL yang habis berjualan di KBT buang sampah di situ, pakai gerobak. Dipikir aman nggak ada yang jaga," kata Ani, Kamis (26/11).

Jaksel Sumbangkan 6 Truk Sampah ke Bekasi

Pemantau UPK Badan Air Dinas Kebersihan Kecamatan Jatinegara, Sukarna Suprayoga mengatakan, saat ini petugas sedang fokus di bagian lain Kali Sunter.

"Petugas lagi saya fokuskan di ujung, bergantian. Kali Sunter itu kali mati, nggak ada aliran air. Jadi kerjanya secara bergantian, dari ujung sampai ujung terus balik lagi," tutur Yoga.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye937 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati