You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPLHD Ambil Sample di 3 Perairan Jakarta
photo Doc - Beritajakarta.id

BPLHD DKI Ambil Sampel Air di 3 Lokasi

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, lakukan pengambilan sampel di tiga lokasi perairan di Teluk Jakarta, Selasa (1/12). Pengambilan sampel dilakukan karena terjadi fenomena kematian ikan di sejumlah pantai di teluk Jakarta, Senin (30/11) kemarin.

Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya. Sampel yang kita ambil perlu diuji dahulu dan hasilnya baru bisa sepekan lagi diketahui

Sampel yang diambil berada di perairan Cilincing, Ancol dan Muara Angke. Masing-masing perairan tersebut tempat bermuaranya Kali Cakung Drain, Ciliwung Lama, Sentiong dan Kali Angke. Diduga, endapan lumpur yang mengalir ke laut melalui sungai-sungai tersebut menyebabkan laut terkontaminasi sehingga menyebabkan kematian ikan.

Kepala BPLHD DKI Jakarta, Junaedi mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengambilan sampel di tiga lokasi laut yang dilaporkan terjadi fenomena kematian ikan. Nantinya sampel seperti air laut, sendimen lumpur dari muara kali dan ikan yang mati akan dibawa ke labotarium untuk dilakukan uji lab.

Fenomena Ikan Mati Belum Sampai Pulau Seribu

"Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya. Sampel yang kita ambil perlu diuji dahulu dan hasilnya baru bisa sepekan lagi diketahui," ujarnya, Selasa (1/12).

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Kelautan Peternakan dan Ketahan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Lilik Litasari mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan lapangan Senin (30/11). Dari keterangan yang dihimpun dan kondisi lapangan, Lilik menduga kematian ikan terjadi akibat sendimen lumpur dari Kali di Jakarta yang terbawa ke laut.

"Sabtu dan Minggu itu warna air di Ancol sempat berubah dan menebar bau sehingga pengunjung sempat dilarang berenang. Tapi saat Senin kita ke lapangan sudah normal kembali," kata Lilik.

Menurut Lilik, seiring musim hujan, lumpur dari sungai yang selama ini mengendap terangkat dan mengalir hingga ke laut. Endapan lumpur yang mengandung CO2 dan zat lainnya lah yang diduga menyebabkan ikan keracunan hingga mati.

"Kita juga sudah ambil sampel untuk diuji. Sekitar 5-7 hari kedepan, hasilnya baru bisa kita ketahui," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye2032 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1072 personTiyo Surya Sakti
  3. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye966 personFakhrizal Fakhri
  4. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye902 personDessy Suciati
  5. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye820 personAldi Geri Lumban Tobing