You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
150 Ton Sampah Perayaan Tahun Baru di Jakut Diangkut
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

150 Ton Sampah Perayaan Tahun Baru di Jakut Diangkut

Sekitar 150 ton sampah diangkut Sudin Kebersihan Jakarta Utara usai perayaan tahun baru di Jakarta Utara. Jumlah itu mengalami peningkatan sekitar dua persen dibanding perayaan tahun lalu.

Total jumlah sampah sekitar 150 ton tahun ini. Dibanding tahun lalu dalam momen yang sama, mengalami peningkatan dua persen

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Bondan Diah Ekowati mengatakan, total sekitar 150 ton sampah yang diangkut dalam perayaan tahun baru dari titik-titik yang paling banyak konsentrasi massa. 

DPRD Minta Gerobak Motor Sampah Diperbanyak

Titik tersebut diantaranya kawasan Jalan Boulevard Kelapa Gading, Banjir Kanal Timur, Waduk Pluit, Penjaringan, Tanjung Priok, sepanjang Jalan Gunung Sahari dan RE Martadina (Ancol).

"Total jumlah sampah sekitar 150 ton tahun ini. Dibanding tahun lalu dalam momen yang sama, mengalami peningkatan dua persen. Artinya, dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih kurang," ujar Bondan, Jumat (1/1).

Untuk mengangkut sampah tersebut, lanjut Bondang, dikerahkan 75 armada dengan 275 petugas kebersihan.

"Selanjutnya seluruh sampah itu kami buang ke Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat," tandas Bondan. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6945 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5692 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3780 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1911 personAnita Karyati