You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
113 Ayam Tiren Dimusnahkan di Makasar
photo Nurito - Beritajakarta.id

113 Ayam Tiren Dimusnahkan

Petugas gabungan berhasil mengamankan daging ayam tiren di kawasan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (7/1) dinihari. Hasil sitaan langsung dimusnahkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung.

Rata-rata jumlah ayam tiren di Cipinang Melayu ini sekitar 200-300 ekor. Namun hari ini kami hanya mendapatkan 113 ayam tirem dan seluruhnya kita musnahkan

Camat Makasar, Ary Sonjaya mengatakan, razia ayam tiren dilakukan guna mencegah adanya penyalahgunaan dagingnya. Apalagi di wilayah Cakung, polisi pernah menggrebek tempat penjual ayam tiren pada bulan lalu.

Lima Ekor Ayam Tiren Diamankan Petugas di Cipayung

"Rata-rata jumlah ayam tiren di Cipinang Melayu ini sekitar 200-300 ekor. Namun hari ini kami hanya mendapatkan 113 ayam tirem dan seluruhnya kita musnahkan," ujar Ary.

Menurutnya, di Cipinang Melayu terdapat lima tempat penampungan ayam dan empat pemotongan ayam. Sementara untuk jumlah ayam yang masuk ke tempat penampungan tersebut sekitar 8.000-10 ribu ekor per hari. Seluruhnya berasal dari luar Jakarta.

"Ayamnya dari luar kota. Ada dari Sukabumi, Bandung, Cianjur hingga Lampung," ucapnya.

Ary mengatakan, pihaknya telah mendapatkan identitas pengepul ayam tiren. "Sudah kita dapat identitasnya. Sejauh ini dari keterangan masih untuk kebutuhan pakan ternak lele di daerah Tangerang, Banten dan Tasikmalaya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11081 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1259 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati