You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Harga Beras di Pasar Induk Mulai Turun
photo Nurito - Beritajakarta.id

Harga Beras di Pasar Induk Turun

Memasuki musim panen, harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang turun. Padahal bulan Januari lalu, harga beras masih mengalami fluktuasi. Stok beras di Pasar Induk sendiri saat ini mecapai 52 ton.

Saya sudah cek di daerah, banyak petani panen. Makanya saya sidak ke sini untuk cek harga, ternyata sudah turun

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melihat, harga beras menurun drastis. Beras Indramayu, Jawa Barat, harganya Rp 7.500 per kilogram dari harganya semula Rp 8.500 per kilogram.

"Saya sudah cek di daerah, banyak petani panen. Makanya saya sidak ke sini untuk cek harga, ternyata sudah turun," ujar Amran, Senin (8/2).

Harga Beras di Pasar Induk Alami Fluktuasi

Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, saat ini mencapai 52 ton. Angka ini jarang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Zulkifli (55), salah seorang pedagang membenarkan, harga beras sejak sepekan lalu turun. Ia memprediksi harga ini masih akan terus turun karena panen dan operasi pasar (OP).

"Beras dari Bulog misalnya, jenis premium, minggu lalu harganya Rp 8.500 per kilogram. Sekarang Rp 8.000 per kilogram," tandasnya.

Untuk beras IR64 kualitas 2 semula Rp 9.880 per kilogram, kini Rp 7.500 per kilogram. Sedangkan IR64 kualitas 1 harganya masih tinggi, sekitar Rp 9.300-9.400 per kilogram

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye946 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye928 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye845 personBudhi Firmansyah Surapati