You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Walikota Jakbar Marah Banyak Pelayanan Tidak Terlayani
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pelayanan IMB di Jakbar Dikeluhkan

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi kecewa dengan pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) khususnya bidang pertanahan. Anas melihat, banyak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) warga yang tidak ditangani oleh petugas suku dinas penataan kota.

Pelayanan pertanahan banyak yang tidak dilayani dan banyak bangunan bermasalah, malah justru dibiarkan

"Pelayanan pertanahan banyak yang tidak dilayani dan banyak bangunan bermasalah , malah justru dibiarkan," kata Anas, Selasa (16/2).

Anas pun tidak mentolerir adanya bangunan tanpa IMB. Oleh sebab itu, pengawasan di lapangan oleh petugas penataan kota seharusnya lebih ditingkatkan. Begitu juga sebaliknya, ketika warga sudah mengajukan izin, jangan sampai dipersulit.

Pulau Panggang Gelar Pendataan untuk IMB Gratis

"Tapi, jangan sampai petugas membiarkan warga yang akan mengurus IMB, hingga saat membangun, tapi izin belum keluar sehingga disangka belum mengantongi izin,” ujarnya.

Namun, Ia juga menganjurkan, agar tanah warga yang memiliki buku C atau letter C atas bangunannya segera mengurus IMB.

“Tanah girik pun kalau memang terdaftar letter c atau riwayat tanah di kelurahan bisa diajukan untuk pengurusan IMB. Sepanjang ada warga yang memohon dan semua persyaratan dipenuhi, ya diproses” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5095 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1823 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1764 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1596 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1537 personAnita Karyati