You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gubernur Jateng Kunjungi Balai Kota DKI
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Gubernur Jateng Kunjungi Balai Kota DKI

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Balai Kota DKI.

Istrinya PNS DKI mau pindah ke Semarang

Basuki mengatakan, Ganjar datang ke Balai Kota  membicarakan kepindahan istri Ganjar yang merupakan PNS DKI.

"Istrinya PNS DKI mau pindah ke Semarang," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/2).

KemenPAN-RB Buka Peluang TNI-Polri Jadi PNS Pemprov DKI

Basuki mengaku, baru mengetahui bila istri Ganjar adalah PNS DKI. Mengingat jumlah PNS di DKI yang mencapai 70 ribu. "Istrinya PNS DKI, aku juga baru tahu," ujarnya.

Ia juga menampik, pertemuannya kali ini membicarakan mengenai politik. Karena Ganjar juga sudah menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

"Coba tanya sama Pak Ganjar, tertarik jadi Wagub apa nggak. Makanya mana mungkin ngomong politik sama Pak Ganjar," katanya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo juga membenarkan tidak ada perbicaraan politik dalam pertemuan. "Main saja. Nggak ngomong politik. Saya gubernur kok suruh jadi wakil. Kamu menghina saya," tandasnya sambil bercanda.

Basuki dan Ganjar masih melakukan pertemuan tertutup di ruang kerja Basuki. Ganjar tiba di Balai Kota DKI sekitar pukul 11.30. Hingga saat ini pertemuan masih berlangsung.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1205 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1197 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1004 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye961 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye865 personBudhi Firmansyah Surapati