You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Kawasan Perempatan Pasar Rebo Dirazia
photo Nurito - Beritajakarta.id

Kawasan Perempatan Pasar Rebo Dirazia

Khusus untuk Pasarebo lebih banyak difokuskan karena banyak angkot yang mangkal dan memicu kemacetan

Belasan petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Timur, merazia kawasan perempatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Razia menyasar angkot yang kerap dikeluhkan mangkal dan memicu kemacetan di kawasan tersebut.

Pantauan Beritajakarta.com, satu per satu, angkot yang sedang mangkal di sisi Jl Raya Bogor arah Pasar Rebo menuju Kramat Jati, langsung ditilang. Bahkan sebagian angkot yang melarikan diri langsung dikejar petugas.

Razia Angkutan Umum Digelar di Jl Letjend Suprapto

Komandan Regu (Danru) Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Timur,  Badman Harahap mengatakan, razia dilakukan karena setiap hari banyak angkot mangkal di pinggir jalan. Sehingga kemacetan arus lalu lintas kerap terjadi di kawasan tersebut.

"Kami rutin setiap hari gelar razia dengan lokasi berpindah-pindah. Khusus untuk Pasar Rebo lebih banyak difokuskan karena banyak angkot yang mangkal dan memicu kemacetan," ujar Badman, Jumat (8/4).

Menurutnya, razia yang digelar dari pukul 09.00, akan terus dilanjutkan hingga pukul 11.30. Pada pukul 10.00, jumlah angkot yang ditilang baru mencapai delapan unit. Seluruhnya ditindak lantaran ngetem dan surat-surat kendaraan tidak lengkap.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5323 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1855 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1789 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1786 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1588 personAnita Karyati