You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tim Jejaring Pangan Razia 6 Pasar Tradisional
photo Nurito - Beritajakarta.id

Tim Jejaring Pangan Razia 6 Pasar Tradisional

Tim jejaring pangan Jakarta Timur kembali menggelar razia pangan yang terindikasi mengandung zat kimia berbahaya, Kamis (14/4). Razia yang melibatkan sekitar 60 petugas gabungan digelar di enam pasar tradisional.

Seperti biasa, masing-masing pasar diambil 64 sampel jenis produk pertanian, perikanan dan peternakan. Semua sampel diperiksa di Pasar Kramat Jati

Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur, Halimah mengatakan, enam pasar yang disasar razia ini adalah, Pasar Kramat Jati, Cibubur, Ciplak, Ciracas, Jambul dan Pasar Cijantung. Untuk pemeriksaan laboratorium dipusatkan di Pasar Kramat Jati. Sehingga hasil sampel yang diambil di lima pasar dibawa ke pasar itu.

"Masing-masing pasar diambil 64 sampel jenis produk pertanian, perikanan dan peternakan. Semua sampel diperiksa di Pasar Kramat Jati," kata Halimah, Kamis (14/4)

Pasar Induk Kramat Jati akan Diperluas

Dalam razia ini, pihaknya menyiapkan tiga laboratorium sekaligus. Yakni laboratorium perikanan, pertanian dan peternakan. Bahkan tidak menutup kemungkinan lab milik BPOM DKI akan didatangkan ke Pasar Kramat Jati untuk membantu pemeriksaan.

Hingga pukul 09.00, petugas gabungan masih mengambil sampel di enam pasar tradisional itu. Mereka terdiri dari unsur Sudin KPKP, Sudin Kesehatan, Sudin Kominfomas, Satpol PP, TNI/Polri dan unsur terkait lainnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1200 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1188 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye984 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye954 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye862 personBudhi Firmansyah Surapati