You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 KM Sabuk Nusantara Menabrak Karang, Penumpang Dievakuasi
photo Suparni - Beritajakarta.id

KM Sabuk Nusantara Tabrak Karang

Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 46 yang berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, menabrak karang di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu sekitar pukul 12.00. Hal ini menyebabkan kondisi kapal sempat tersangkut dan miring.

Saat sudah mau sampai Pulau Pramuka tiba-tiba menabrak karang, penumpang sempat panik lalu tak lama kemudian kita dievakuasi oleh kapal Dishub ke Pulau Pramuka

"Saat sudah mau sampai Pulau Pramuka tiba-tiba menabrak karang, penumpang sempat panik lalu tak lama kemudian kita dievakuasi oleh kapal Dishub ke Pulau Pramuka," ujar Lala (30), salah satu penumpang warga jalan Lodan Dalam II RT09 RW 08, Ancol, Pademangan Jakarta Utara.

Dikatakannya, sebanyak 150 penumpang kapal perintis KM Sabuk Nusantara dievakuasi menuju Pulau Pramuka, menunggu upaya kapal perintis tersebut dievakuasi dari karang.

Rambu Kapal di Dermaga Segera Dipasang

"Tidak ada korban luka maupun kerusakan kapal yang sangat parah kalau saya perhatikan. Dan pada saat kejadian cuaca juga cukup bagus, ombak biasa saja datar," tandasnya.

Saat ini, kapal perintis dengan rute perjalanan terakhir tujuan Pulau Kelapa tersebut, sudah kembali normal dan mengambil penumpang yang sebelumnya dievakuasi ke Pulau Pramuka untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Pulau Kelapa.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati