You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Gudang Pengepul Barang Bekas di Rawabunga Ganggu Ketertiban Umum
photo Nurito - Beritajakarta.id

Gudang Barang Bekas di Rawabunga Dikeluhkan

Tempat penampungan barang bekas di Jalan Ceng Hay, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, belakangan ini dikeluhkan para pengendara. Sebab setiap sore, jalanan dimanfaatkan untuk bongkar muat barang bekas untuk dibawa ke Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Jalanan sempit kok buat bongkar muat. Jelas mengganggu lalu lintas. Apalagi trotoar di kiri kanan jalan digunakan menumpuk barang bekas

Pantauan Beritajakarta.com, Senin (9/5), di Jalan Ceng Hay RT 07/07 No 27 Rawabunga, terdapat satu rumah tinggal yang dijadikan gudang penyimpanan barang bekas. Seperti besi, plastik, botol atau gelas mineral bekas dan sejumlah barang bekas lainnya. Setiap sore, pengangkutan barang bekas untuk dijual ke Bantar Gebang, Bekasi.

Trotoar di sisi kiri dan kanan dimanfaatkan untuk menumpuk barang bekas yang sudah dikemas dalam karung.  Kemudian ada satu truk berukuran sedang yang digunakan untuk mengangkut barang bekasi ini. Hilir mudik pekerja mengangkut barang bekas ini menghambat lajut kendaraan.

Pengurusan E-KTP di Kebon Sirih Dikeluhkan

"Jalanan sempit kok buat bongkar muat. Jelas mengganggu lalu lintas. Apalagi trotoar di kiri kanan jalan digunakan menumpuk barang bekas," kata Simon (42), salah seorang pengendara, Senin (9/5).

Pemilik rumah sekaligus pengepul barang bekas, Rames (48) mengatakan, usaha jual beli barang bekas sudah dilakukan lebih dari 40 tahun yang merupakan warisan dari orangtuanya. Setiap sore memang semua barang bekas dibawa ke Bantar Gebang untuk dijual. Namun selesai bongkar muat, jalanan dan trotoar dibersihkan.

"Usaha kami ini sudah puluhan tahun. Kami memiliki izin lingkungan dan surat keterangan usaha. Setiap hari ada 2-3 ton barang bekas yang kami tampung untuk dijual lagi," kata Rames.

Lurah Rawabunga, Agustina mengatakan, karena tempat pengepul barang bekas itu memiliki surat izin maka tidak bisa ditertibkan. Terlebih warga sekitar tidak ada yang komplain dan bersurat pada dirinya. Kemudian pemilik bangunan sekaligus pengepul itu bersedia jika rumahnya dijadikan bank sampah.

"Karena punya surat izin, kami tidak bisa menertibkan. Kecuali kalau benar-benar mengganggu ketertiban umum, pasti kami tertibkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6941 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5688 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3759 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2139 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1907 personAnita Karyati