You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jelang Lebaran, Pengawasan Produk Parcel Diperketat
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Jelang Lebaran, Pengawasan Produk Parsel Diperketat

Menjelang lebaran permintaan akan produk parsel dinilai akan cukup tinggi. Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) perketat pengawasan produk yang rusak dan ekspired.

Jangan sampai ada produk dari luar tapi tidak berizin yang masuk dalam parcel, kalau ada akan kita buka dan minta parcelnya tidak dijual

Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Irwandi mengatakan, pengawasan produk parcel akan dimulai dari supermarket hingga sejumlah lokasi jalan yang menjadi langganan penjualan.

"Jangan sampai ada produk dari luar tapi tidak berizin yang masuk dalam parsel, kalau ada akan kita buka dan minta parselnya tidak dijual," ujarnya, Rabu (25/5).

Pedagang Parcel Bikin Semrawut Kawasan Cikini

Menurutnya bagi pedagang yang menjual produk berbahaya, ekspired dan ilegal dapar dikenai sanksi sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Konsumen. Pengawasan ini akan dilakukan secara intensif mulai H-10 lebaran.

‎"Ini merupakan salah satu kegiatan rutin terutama menjelang hari raya, karena seringkali ada pedagang nakal memasukkan makanan kadaluarsa ke dalam parsel, kita akan rutinkan pengawasan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6305 personTiyo Surya Sakti
  2. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1941 personDessy Suciati
  3. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1799 personNurito
  4. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1564 personDessy Suciati
  5. Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

    access_time17-05-2026 remove_red_eye1293 personBudhi Firmansyah Surapati