You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DED Velodrome Rampung Juli
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Anggaran Pembangunan Velodrome Membengkak

Detail engineering design (DED) arena balap sepeda Velodrome ditargetkan rampung Juli 2016 mendatang. Diperkirakan, pembangunan salah satu venue Asian Games 2018 akan rampung sesuai target yakni pada Juni 2018. Namun, karena perkembangan kebutuhan, anggaran pembangunan membengkak, dari sebelumnya 30 juta dollar AS menjadi 40 juta dollar AS.

Kita memang pertama kali membangun Velodrome bertaraf dan bersertifikasi internasional. Memang terjadi perubahan anggaran naik dari estimasi semula

Presiden Direktur (Presdir) PT Jakpro, Satya Heragandhi mengatakan, perusahaan pemenang lelang pembangunan sudah ditetapkan perusahaan asal Inggris, ES Global, beberapa waktu lalu. Selaku pengembang, perusahaan tersebut sudah berpengalaman membangun velodrome di Brazil dan Queensland (Australia).

"ES Global telah merancang desain area balapan sepeda bertaraf internasional. Dari rancangan ini, Velodrome di Jakarta menjadi satu-satunya area balapan sepeda kelas dunia di ASEAN," ujarnya.

Rehab Venue untuk Asian Games 2018 Sesuai Jadwal

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, maka prosesnya langsung dilanjutkan penyelesaian DED yang diperkirakan kurang lebih memakan waktu tiga bulan. Jakpro memperkirakan setidaknya Juli nanti DED sudah final.

Dalam pengerjaan pembangunan fisik, nantinya akan diawasi secara ketat oleh UCI (Union Cycliste Internationale). Dengan begitu diharapkan, seluruh proyek velodrome ini, tuntas pada akhir Juni 2018 maksimum.

“Kami serius mengerjakan ini, dan diharapkan semua berjalan lancar," ucapnya.

Project Director Velodrome, Dharmananda Lukito mengatakan, pelaksanaan fisik di lapangan bisa dilakukan pada Juni mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengejar pembangunan agar sesuai tenggat yang ditetapkan.

Diakui Dharmananda, terjadi penambahan kebutuhan anggaran pembangunan dari sebelumnya 30 juta dollar AS menjadi 40 juta dollar AS. Hal itu terjadi lantaran ada perubahan material bangunan agar memenuhi standar tinggi.

“Kita memang pertama kali membangun Velodrome bertaraf dan bersertifikasi internasional. Memang terjadi perubahan anggaran naik dari estimasi semula," katanya.

Dijelaskan Dharmananda, secara umum trek balap sepeda memiliki lingkar dengan panjang sekitar 250 meter, sedangkan lebar lingkaran 5,5 meter. Kayu yang dipasang ini, tidak boleh lebih sedikitpun atau kurang, karena semua harus penuhi standar UCI, termasuk materialnya yang diimpor dari Siberia.

Kapasitas velodrome ini juga cukup besar yakni mampu menampung hingga 3.000 orang. Dengan rincian, sebanyak 2.000 tempat duduk permanen dan 1.000 tempat duduk tambahan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 25 Ton Sampah Sisa Genangan di Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

    access_time26-03-2026 remove_red_eye2018 personNurito
  2. Wagub Nonton Pelangi di Mars Bareng Anak Yatim-Piatu

    access_time27-03-2026 remove_red_eye1364 personTiyo Surya Sakti
  3. Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

    access_time29-03-2026 remove_red_eye1081 personDessy Suciati
  4. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye965 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye888 personFolmer