You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Lapak PKL di Palmerah Akan Ditertibkan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Jl Kota Bambu Selatan Dikuasai PKL

Sepanjang Jalan Kota Bambu Selatan atau tepatnya di depan Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Palmerah dikuasai Pedagang Kaki Lima.

Hasil pendataan, yang masuk wilayah Kelurahan Kota Bambu Selatan sebanyak 45 pedagang, sedangkan di  Kelurahan Kota Bambu Utara, kira-kira lebih dari 100 pedagang

Camat Palmerah, Zery R mengatakan, pihaknya mendata jumlah PKL mencapai 145 PKL di sepanjang jalan tersebut. Sampai saat ini, pihaknya belum melakukan penertiban. 

"Kami hingga saat ini masih melakukan pendekatan kepada para pedagang," kata Zery R, Camat Palmerah, Jumat (3/6).

Penertiban PKL Tanah Abang Ditunda

Ia mengakui, dari laporan Qlue banyak warga yang mengeluhkan jalan yang dipenuhi PKL itu. Selain menyebabkan kemacetan, PKL juga diberdiri di atas saluran air.

Zery juga mengungkapkan, penanganan penertiban ratusan lapak berada di tingkat Wali Kota Jakarta Barat sesuai tupoksi.

"Hasil pendataan, yang masuk wilayah Kelurahan Kota Bambu Selatan sebanyak 45 pedagang, sedangkan di  Kelurahan Kota Bambu Utara, kira-kira lebih dari 100 pedagang," ujarnya.

Pihaknya juga masih mencari solusi penanganan pasca penertiban ratusan lapak PKL di sepanjang Jalan Kota Bambu Selatan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menyediakan lahan berdagang dan dijadikan pedagang binaan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1301 personTiyo Surya Sakti
  2. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye1160 personFakhrizal Fakhri
  3. Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

    access_time03-09-2026 remove_red_eye797 personNurito
  4. Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026

    access_time30-08-2026 remove_red_eye795 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Paparkan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026

    access_time31-08-2026 remove_red_eye784 personBudhi Firmansyah Surapati