You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 10.475 Pemudik Berangkat dari Terminal Kampung Rambutan
photo Nurito - Beritajakarta.id

10.475 Pemudik Berangkat dari Terminal Kampung Rambutan

Jumlah pemudik yang melalui Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur terus bertambah. Tercatat sejak Jumat (1/7) pukul 08.00 hingga Sabtu (2/7) pukul 08.00, sudah 10.475 orang diberangkatkan.

Diprediksi puncak arus mudik terjadi malam ini hingga esok hari

Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, Emerald August mengatakan, jelang Lebaran Idul Fitri, angka pemudik terus mengalami peningkatan. Data yang tercatat pada H-5 adalah sebanyak 10.475 penumpang. Adapun jumlah bus yang diberangkatkan mencapai 494 bus.

Angka ini meningkat dibanding pada H-6 yang hanya 4.548 penumpang menggunakan 476 bus. Kemudian pada H-7 sebanyak 2.309 penumpang menggunakan 422 bus.

Pemudik di Terminal Kalideres Menurun 50 Persen

"Dibanding tahun lalu juga masih tinggi tahun ini. Diprediksi puncak arus mudik terjadi malam ini hingga esok hari," kata Emerald, Sabtu (2/7).

Menurutnya, pada H-5 tahun 2015 lalu, angka pemudik yang menggunakan bus di Terminal Kampung Rambutan itu hanya 10.081 orang. Sedangkan tahun ini mencapai  10.475 penumpang atau naik sekitar 3,9 persen.

Sedangkan total pemudik sejak H-12 hingga H-4 ini sebanyak 27.399 penumpang. Angka ini naik 26,40 persen dibanding tahun 2015 lalu yang hanya 21.676 penumpang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11360 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1346 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1288 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1280 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye992 personBudhi Firmansyah Surapati