You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
25 Ribu Penumpang Tiba Stasiun Senen
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

25 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Senen

Arus balik masyarakat menggunakan transportasi kereta api sudah cukup tinggi tiba di Jakarta. Diperkirakan 25 ribu lebih pemudik sudah tiba sejak kemarin sabtu (9/7) dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Kita prediksi untuk puncak arus mudik akan terjadi hari ini seiring berakhirnya masa liburan, kemarin sudah 22 ribu penumpang tiba, hari ini sudah 24.500 penumpang, prediksi tembus 25 ribu sampai jam 00.00

‎Kepala Humas Daop 1 PT KAI, Bambang S Prayitno ‎mengatakan, puncak arus mudik sejak kemarin diperkirakan akan terus berdatangan sampai malam nanti karena besok aktivitas kantor sudah kembali dimulai.

Stasiun Senen Dipadati Pemudik

"Kita prediksi untuk puncak arus mudik akan terjadi hari ini seiring berakhirnya masa liburan, kemarin sudah 22 ribu penumpang tiba, hari ini sudah 24.500 penumpang, prediksi tembus 25 ribu sampai jam 00.00," ujarnya, Minggu (10/7).

Menurutnya selama masa angkutan Lebaran ada 533.493 penumpang telah diberangkatkan dari stasiun yang berada di Daop 1. Setiap Lebaran, PT KAI akan melakukan evaluasi lantaran diperk‎irakan terjadi peningkatan penumpang sebanyak lima persen setiap tahun. 

"Akan ada evaluasai, tapi angkanya menyusul karena di‎perkirakan masih banyak pemudik yang akan balik ke Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11233 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1341 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1275 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1274 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye987 personBudhi Firmansyah Surapati