You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Batalkan Hampir Semua Pembelian Lahan
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Sebagian Besar Pembelian Lahan di DKI Batal

Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah membatalkan sebagian besar pembebasan lahan pada tahun ini.

Hampir semua pembelian lahan yang nggak penting saya bilang batalin, mencurigakan semua. Masa beli lahan tujuh bulan nggak becus

Pembelian lahan di DKI akan dievaluasi karena sejak awal tahun hingga kini belum ada pembelian lahan yang dibayarkan.

"Hampir semua pembelian lahan yang nggak penting saya bilang batalin, mencurigakan semua. Masa beli lahan tujuh bulan nggak becus," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/7).

Basuki Pertanyakan Lambatnya Pembebasan Lahan MRT

Basuki mengatakan lambannya pembelian lahan terjadi setelah adanya kebijakan agar pembayaran lahan ditransfer langsung kepada pemilik lahan.

"Kan sekarang saya paksa harus transfer langsung ke pemilik, begitu saya perintah langsung tujuh bulan nggak bisa semua," tegasnya.

Ia mencurigai masih ada oknum pajabat yang meminta komisi sehingga pembelian lahan berjalan lambat. Terlebih, dalam pembelian lahan di DKI selama ini selalu ada jatah komisi kepada oknum tertentu agar prosesnya berjalan lancar.

"Pasti nih ada yang minta-minta komisi-komisi. Kalau nggak ada yang minta komisi, nggak mungkin sampai sekarang belum bisa beli lahan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye24013 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1840 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1179 personFolmer
  4. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1123 personFakhrizal Fakhri
  5. Legislator Dukung Penertiban Billboard Bermuatan Sensitif

    access_time06-04-2026 remove_red_eye911 personFakhrizal Fakhri