You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bank DKI Tambah 400 Mesin ATM
photo Doc - Beritajakarta.id

Bank DKI Tambah 400 Mesin ATM

Bank DKI akan menambah sebanyak 400 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tahun ini. Mesin tersebut akan ditempatkan di seluruh kantor pelayanan publik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Sebanyak 400 mesin ATM baru akan dipasang di 267 kantor kelurahan, pasar tradisional dan kantor layanan publik lainnya di Ibukota

"Sebanyak 400 mesin ATM baru akan dipasang di 267 kantor kelurahan, pasar tradisional dan kantor layanan publik lainnya di Ibukota," kata Kresno Sediarsi, Dirut Bank DKI, Jumat (2/9).

Ia mengatakan, pemasangan ratusan mesin ATM baru ini telah dimulai sejak bulan Agustus. Hingga saat ini, telah terpasang 100 unit ATM baru. "Kami menargetkan pemasangan rampung pada bulan September. Total nantinya jumlah mesin ATM Bank DKI sebanyak 771 unit," ujarnya.

Banggar DPRD Minta Bank DKI Tingkatkan Pelayanan

Ia mengungkapkan, penambahan penyediaan mesin ATM baru dalam upaya meningkatkan pelayanan serta peningkatan market. "Fokus utama kinerja Bank DKI saat ini memberikan layanan optimal bagi warga di Jakarta," tuturnya.

Kresno menjelaskan, pihaknya saat ini memiliki sebanyak 1,8 juta nasabah yang terdiri dari sekitar 600 ribu pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), 72 ribu nasabah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya masyarakat umum.

"Kami menargetkan penambahan nasabah baru Bank DKI sekitar tiga hingga empat juta Kepala Keluarga (KK) yang ada di Ibukota," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11522 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1352 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1287 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye998 personBudhi Firmansyah Surapati